TERBAKARNYA PRASASTI

Matahari sekilas menyinari dalam sebuah kisah
Rembulan tergantung indah menjadi saksi
Besiran ombak pantai membawa ketenangan jiwa
Semilir angin berhembus lembut mengikis kegelisahan
Namun nasib tinggal kenangan
Kebahagiaan berlalu begitu cepat
Semua prasasti yang terukir kini menyayat luka
Bila terkenang masa-masa melewati jalan ketika bersama

Dulu kita bina prasasti dengan suka cita
Terbalut janji, harapan dan kini tinggal kenangan
Api membara menghapus semua yang telah terukir
Tinggal seonggok bebatuan hitam membisu

Aku tidak membencimu kasih
Walau engkau pergi meninggalkan bayangan pahit di hidupku
Ku ingat janjimu sehidup semati bersamaku
Namun kau semai cinta dengan insan lain di hadapanku

Pedih ini belum terobati
Walau dokter cinta menghampiri
Sayatan yang kau buat belum terjahit rapi

Karna segenggam harapan  yang masih menyelimuti

M. Irfan Rosyadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar