Tersimpuh dalam doa didinginnya udara malam
meratap kehadirat penguasa alam, meminta penuh harap
dengan titisan air suci dari kelopak mata
yang sayu, lembut dan tenang. menyejukkan keluarga
bunda memohon,
setitik harapan emas kepada buah hati
yang kini tumbuh jauh di perantauan
untuk menjadi seorang insan yang terdidik
telah lama bunda menanti untuk membelai mu seperti dulu
keringat, air mata dan tenaga adalah kerinduan
semua tercurah karna sebuah rasa yang memuncak
tidak pernah akan ada ujung demi sebuah kerinduan
selalu tercurah demi engkau sibuah hati yang dulu ada di pangkuan
kini bunda semakin rapuh nak !
diterpa angin, panas, hujan serta hutang yang dipaksa keadaan
emas yang dulu berkilau kini telah pudar. lenyap menghiasi
semua demi engkau. mutiara hati bunda
biar semua berlalu dengan indah
sesuai catatan yang terlah tercatat rapi
esok, jika engkau telah selesai di perantauan
kembalilah di dekat bunda. di pelukan bunda
walau engkau sibuk dengan anak istrimu dan segala macam urusanmu
nak, dari engkau pergi sampai saat ini bunda merindukanmu
bunda tak meminta harta dari mu nak !
bunda hanya mohon, jagalah bunda yang kini telah renta
hiasi sisa hidup bunda dengan senyumanmu
bunda merindukan kebersamaan yang telah lama pergi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar