ADIK KU SAYANG

masih terngiang gelak tawa dan tangismu
kemarahan, ketika ku usik permainan bonekamu
kebencian, ketika ku ejek rupamu yang lucu
"rengek-an manja pada ibu yang sedang sibuk

dulu engkau manja adik ku
setiap gerak langkah yang engkau lalui
hanya ibu yang mengerti
walau terkadang ibu terpaksa memarahimu

adik ku sayang
kini engkau telah dewasa
tak ku sangka kecantikan mu menyerupai ibu
padahal saat kecil engkau seperti anak cina yang tak terurus
karna ibu sibuk berdagang demi selempar rupiah untuk jajanmu

adikku sayang
mungkin engkau tak mengingat panorama rumah kita dulu
yang terpojok di luasnya tanah
yang basah karena angin meniup daun rumbia yang menutupi rumah kita
yang miring karna kayu penyangga telah lapuk

saat kecil mu dulu
kita dianugrahi rumah yang lebih baik
yang layak untuk engkau bermain ceria

adikku sayang
kini engkau telah dewasa
jalanmu telah penuh tantang dunia fana
keteguhan pedirian akan menyelamatkan
dari gelombang kehidupan yang tak pasti

engkau telah mengerti hitam dan putihnya dunia
tidak hanya birunya laut
tidak hanya putihnya awan
tidak hanya hitamnya tanah
namun engkau telah tau udara panas dan dingin di waktu yang sama

berlarilah adik ku
mengejar impian yang telah terpaku dalam jiwamu
tegar dalam melewati setiap goncangan iman
kerasalah berjuang
karna hidup adalah perjuangan
selalu ingat nasehat dan petuah ayah dan ibu
karna mereka adalah malaikat yang terlahir untuk hidupmu, daku dan adikmu

dari abangmu yang merindukan kebersamaan
@kota malang dalam lindungan
10.31.15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar