INILAH KISAH NEGRIKU
partikel putih menyelimuti negri ku
bukan embun dan bukan awan
hanya secercah kabut yang tercipta dari kaum rakus
penyiksaan pelan-pelan memaksa mati
merenggut nyawa-nyawa yang tak berdosa
menguras air mata dari insan tak bersalah
membelengguh jiwa-jiwa yang awalnya tentram
kini negri ku di telan kabut penyabut nyawa
gelap semua gelap, tinggal secercah udara kotor
menyelimuti indahnya malam dan siang
kupu-kupu dan kunang-kunang terkulai, terbang tiada tujuan.
DIMANA OH DIMANA
waktu terus berganti
harapan di bohongi oleh kenyataan
penantian tak kunjung di penuhi
solusi kapan kah engkau hadir
"negriku kaya dan subur" katanya
"negriku menjanjikan kesejahteraan" katanya
tapi kenapa leher kami di cekik oleh ketakutan
tapi kenapa kami di rundung kemiskinan
tapi kenapa kami jarang di perhatikan
dimana oh dimana
engkau bersembunyi dari selimut yang menyelimuti
engkau sok peduli dengan negri orang
negri kami, kita dan engkau sedang di rundung pilu
dimana hati mu ?
AYAH BUNDA
maaf terucap dari bibir penuh dosa
sujud simpuh ananda nan jauh di mata
derita yang engkau hadapi
terasa sampai ke jiwa nan pilu ini
ananda belum mampu berbuat lebih untuk merubah keadaan
hanya doa yang terus mengalir agar engkau dalam lindungan penguasa alam
agar senyum mu tetap ananda nikmati sampai rambut ini memutih
SABAR ADIK
cita-citamu akan menembus gelapnya siang dan malam
biar bintang tak menyala di malam ini
biar matahari tak tersenyum disiang ini
biar kupu tak hinggap menemani siang mu
biar kunang-kunang enggan menghibur malam mu
yakin lah adik ku
walau kita di rundung pilu
walau kini engkau tidak bisa sekolah
namun esok kita gapai cita-cita demi negri
kita pecahkan krikil penggangu
adik
usap air mata di pipimu
walau berat engkau tanggung derita
tetap tegar walau kita sedang berduka
negriku kini tidak lagi tersenyum
berkabut dalam duka
kerakusan akan sirna oleh perjuangan
semangat akan memadamkan "api pembakar"
30 september 2015
01.36 wib
M.IRFAN ROSYADI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar