TERMENUNG DI PADANG PASIR

Tatapan kosong
mengevaluasi diri di ruang dunia tanpa batas
coretan masa lalu meresahkan jiwa
disaat deburan pasir melayang bebas
membelai wajah yang tertunduk membatu

RINDU SAHABAT

Rintik hujan di kota daku bernaung
mengalunkan tetesan partikel bening
menemani kesunyian hari demi hari yang terlewati
mengingatkan kenangan indah saat bersama dulu

LOLONGAN TAK BERSUARA

dalam sekejap semua hal melintas
melalui kehidupan yang beku
hanya seperti ini. tanpa perubahan
kesusahan hanya membuat semakin menjadi-jadi
di setiap sudut waktu menangis. merintih

BALADA KEMARAHAN

sampai kapan kemarahan menyelesaikan masalah ?
apakah hanya diam ?
melupakan apa yang telah terjadi
memaksa melupakan padahal engkau mengingatnya

DI BALIK KEBAHAGIAAN

senyuman yang hadir di setiap waktu
menyingkap berbagai macam rasa dalam diri
keheningan yang terlahir dari suasana ruang
menyongsog kebahagiaan titipan tuhan

KU RINDU MAMA

Dalam kesendirian daku mengingat masa itu
Saat daku duduk dipangkuan kedamaian
Belaian lembut tangan mu menenangkan
Kecupan lembut dikeningku masih membekas dalam jiwa.

Ma...
Kini daku telah beranjak dewasa
Jauh dari pangkuan yang dulu engkau berikan
Bertahun-tahun daku pergi menuntut ilmu
Demi harapan yang dulu engkau inginkan

Setiap doa dalam sujud
Bayangan wajah lembut mama melayang
Titisan air mata ini menjadi bukti kerinduan
Rintihan jiwa ini tak sanggup daku bendung
Meluap bersama kenangan yang tak terlupakan

Ma...
Didekatmu suatu harapan


Kerinduan ini merangsang seluruh tubuh

Ma...
Tiada kata yang dapat terucap lagi
Hanya rindu ku pada mu
Semoga kebersamaan akan menyatukan kita

M. Irfan Rosyadi
21/Januari/2015



DUA AIR MATA

Bila kesalahan ini tepatri dalam diri
kegundahan rasa membunuh aktifitas
diri sendiri yang tidak bisa menjadi diri sendiri
meninggalkan secercah luka yang telah ku goreskan