DUA AIR MATA

Bila kesalahan ini tepatri dalam diri
kegundahan rasa membunuh aktifitas
diri sendiri yang tidak bisa menjadi diri sendiri
meninggalkan secercah luka yang telah ku goreskan
siksa yang langsung terasa dari dosa yang terlewati
api yang berkobar meninggalkan debu dan kabut
keseharian menjadi suram. sungguh suram
bukan murung yang membuat jiwa tenang
juga bukan tertawa mengingat kejadian yang terjadi
ketidak tahuan yang di buat-buat memang menenangkan sejenak

goresan luka sangat membekas kawan
aliran dua air mata tak sanggup di bendung
kepedihan terasa mematikan karakter diri
aku terpuruk dalam banjir dua air mata

wahai dokter kepedihan hati
tenangkan tiga jiwa yang beradu dalam duka
daku berpangku dengan rasa tak terungkap
kebodohan menghapuskan kejujuran

kini debu telah berterbangan bersama angin
lambaian nyiur meninggalkan prasasti rasa
semua harus tetap melangkah
stagnasi akan menyiksa diri

kasih
dua air mata membasahi
sembab tak terelakkan
semua masih ku ingat

@ di kelas dengan suasana yang berbeda
M. Irfan Rosyadi
14.14 WIB
19 Jan 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar