CAHAYA TUHAN KU

aku adalah angkasa yang terbalut rindu pada senyummu
meradang pada gelap malam yang menutupi aura rembulan
kehangatan jiwa terasa bila senandung kenangan terulang
aku adalah bayangan sepitas dalam hidupmu
melambai sekejap nan mudah terlupa
mimpiku jauh berbeda dengan mimpimu

engkau adalah pesona yang pernah aku enyahkan
itu karna seroja lebih mudah terhisap suasana
namun detik telah berbeda, berpindah dimensi masa depan

kini engkau adalah setitik cahaya yang terpendam
tiada keberanian daku untuk memantik bersinar cemerlang
hanya tertunduk, berharap tuhan menetapkan suratan

esok, bila sekuntum bunga mekar dihatiku
ku harap engkaulah itu
kan ku jaga dengan pagar setulus jiwa
kan ku sirami dengan embun
kan ku pupuk dengan ridhonya

@MALANG. Rintik Hujan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar