beradu dengan kehidupan nan fana
engkau melangkah bersama setitik semangat
pelitamu hampir padam kawan
namun engkau tetap berdiri, berkelahi dengan keinginan
terkadang gurauan hanya segores tanda bahagia
namun derita mendera jiwa nan sunyi
sunyi dengan masa depan yang hampir patah
permasalahan hidup telah engkau jajahi
kini diakhir perjuangan engkau merintih, berteman kebimbangan
perjuanganku jelas berbeda dengan perjuanganmu
perjuanganmu penuh amarah serta tantangan
sementara langkahku hanya berjalan diatas aspal nan mulus
bukan hanya berjalan, namun aku berlari kencang
engkau kuat kawan
berjalan diatas dedurian yang semakin tajam
menusuk langkah yang hampir pupus
dihantam gelombang yang semakin keras
engkau selalu beradu dengan kesasnya batu kehidupan
setiap saat dihampiri oleh kupu-kupu yang membawa derita
kita berjalan di aspal yang berbeda
dengan alas kaki yang juga berbeda
engkau ditemani udara panas membakar jiwa
aku rindu mendengar ceritamu
walau terkadang aku memaki akan ketidak adilan ini
percayalah kawan
esok kita akan berjuang bersama
menantang badai bersama
bergandengan tangan
sekeras batu yang peling keras
@malang
11 januari 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar