DIKOTOMI KEHIDUPAN

Cerahnya paronama hari ini
Mengantarkan secercah kebahagiaan terselubung
Dalam kefasikan lingkungan tak bemimpi
Hanya tahu matahari cerah, dan gelap kala mendung
Meniti selembar waktu yang terus tergulung
Tak kan mungkin yang berlalu dapat terurai kembali
Sia-sia melintasi tanpa makna yang berarti
Keceriaan tanpa pemantik api harapan untuk terbang

Pohon nan kontras tumbuh dalam ruangan berduri
Ada yang menantang diri demi selembar harapan
Juga hadir insan berani melintasi waktu sia-sia
Daku hadir dalam dikotomi tak terurai

Menyaksikan skenario diantara cahaya terang dan redup
Antara miris dan bahagia dihadapan waktu
Ketika itu bisa menangis
Saat yang lain daku bahagia

Hati menolak, namun logika berkecamuk
Mana yang akan beruntung oleh takdir
Siapa yang meratap oleh gulungan waktu ternoda
Daya terkuras oleh langkah yang dulu tak berarti

Seucap harapan diujung waktu
Tersimpuh memohon ketetapan dapat terukir kembali
Mustahil ukiran lebih indah
Karna hidup pasti berujung

@Ngalam
28/01/16
09.53

Tidak ada komentar:

Posting Komentar