“wah, ada apa ya rud saya dipanggil pak harto?” tanya ku kaget
“ gak tau gue fan”. Jawab rudi, singkat
Aku langsung bergegas berdiri dari tempat duduk ku dan berlari
kecil menaiki tangga menuju ruang jurusan tempat pak harto berada. Sesampainya
diruang jurusan, ku hela nafas panjang sambil mengusahakan diri untuk
bertenang. Jarang-jarang ada mahasiswa sepertiku dipanggil oleh ketua jurusan,
kalau ada pun, biasanya mahasiswa yang mendapatkan benang merah tanda DO[1].
Karena jarang kuliah atau SPP menunggak 13 bulan, tapi aku sering masuk kuliah,
setiap ada tugas aku kerjakan dengan baik, dan SPP ku alhamdulillah tidak
menunggak. “huf, kenapa gerangan aku dipanggil pak harto?” kenang ku dalan
hati._Ketua jurusan yang berwajah kalem, berkumis lebat, berbadan tegap. Bissmillahirohmanirrohim aku
memberanikan diri mengetuk pintu, ruangan pak harto.
Dimalam yang dingin
kunang-kunang memadu kasih dengan bintang yang gemerlap
langit biru menjadi saksi ukiran kasih sayang
kelelawar ikut ceria menyaksikan indah dimalam itu
Aku menembus angin menuju suatu
tempat bahagia
demi bertemu dengan pesona menawanmu
sepinya malam ini menemani tanpa lelah
dingin angin menyentu lembut raut wajah
suara jangkrik tak dapat meredakan kesedihan yang enggan di nampakkan
rembulan yang slalu tersenyum tak dapat menghiburku