DEMISIONER CINTA

“Selamat tinggal”
Ucapan pahit dari lisan yang kelu
ku coba tetap memanis muka walau berat terasa
sangat berat melepas kenangan indah itu
sungguh benar-benar berat

kebersamaan yang tergantung dalam bingkai
menyatu, dahulu tak terpisahkan oleh angin

kini jabatan telah mengelupas dari badan
panas membara dalam jiwa tak tertahankan lagi
walau guyuran air penenang bersimbah
membasahi hati yang menyala-nyala. Bagai api

ya sudah lah,
semua tinggal kenangan kawan
hanya siluet tanpa objek gambaran nyata
memang kekesalan selalu hadir
karna nihil prasasti sejarah berarti yang terukir

@tinggal serpihan kenangan
24 mei 2013. 23:37
M. Irfan Rosyadi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar