Bayangan itu terus mengikutiku dengan senyap. Pelan sekali
merunduk-runduk seperti maling yang menyelinap di gelap malam
namun aku tak merasakan auranya menghampiriku
merunduk-runduk seperti maling yang menyelinap di gelap malam
namun aku tak merasakan auranya menghampiriku
Dengan kesadaran memuncak aku berdiri dalam sebuah
situasi
yang membawaku pada kegelisahan yang melekat dalam raga
tak kan bisa ku hindari walau aku berlari sekuat tenaga
berpeluh dingin dibawah kegelisahan maupun kebahagiaan
tak kan bisa ku hindari walau aku berlari sekuat tenaga
berpeluh dingin dibawah kegelisahan maupun kebahagiaan
aku mengerti,
kegelisahan saat ini tak kan hilang di hembus angin
namun aku ingin pergi jauh dari kegelisahan ini
biar hidup ini lebih mengerti akan hidup
tetap tidak bisa dan tidak akan bisa
bagai matahari senyinari bumi
sebuah beban yang akan menjadi beban
sebuah mutiara apabila dianggap mutiara
setitik sinar yang bisa menyinari
bagaimanapun,
aku harus tetap melangkah
membawa diri keharapan dan tujuan nan pasti
demi renungan yang harus terwujud
demi bayangan yang kelak akan menjadi kenyataan
kegelisahan saat ini tak kan hilang di hembus angin
namun aku ingin pergi jauh dari kegelisahan ini
biar hidup ini lebih mengerti akan hidup
tetap tidak bisa dan tidak akan bisa
bagai matahari senyinari bumi
sebuah beban yang akan menjadi beban
sebuah mutiara apabila dianggap mutiara
setitik sinar yang bisa menyinari
bagaimanapun,
aku harus tetap melangkah
membawa diri keharapan dan tujuan nan pasti
demi renungan yang harus terwujud
demi bayangan yang kelak akan menjadi kenyataan
@sendiri
M. Irfan Rosyadi
Yogyakarta 9 juni 2013
18.59 wib
M. Irfan Rosyadi
Yogyakarta 9 juni 2013
18.59 wib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar