TETAP TERSENYUM BUNDA


Kata mereka, “senyuman itu ibadah”. benar
membawa bahagia pada setiap insan ketika melihat pesona mu bunda
selalu ceria tanpa goresan kesediahan di raut wajah
Sapaanmu membawa angin segar
bagai aroma mawar di taman ilmu
semangat baru tumbuh mekar dalam jiwa
untuk meraih mimpi yang terukir dalam diri anak didik mubunda,
senyum itu penuh dengan isyarat penyejuk jiwa
damai terasa ketika berjumpa dengan mu
mencium penuh khidmat tanganmu
sedikit mengobati kerinduan akan bunda kandung dirumah


kata-kata slalu tersusun rapi dari bibir manis
bagai irama senandung pelipur lara
rima slalu bertengger dengan rapi
penuh filosophi penjernih pikiran

namun bunda,
kadang kami mengerti akan letih yang ada di pundakmu
bukan hanya kami yang menjadi anak mu disini
masih banyak”anak tiri” yang sangat membutuhkan kasih sayangmu

semoga rintihan kami “anak kandung” mu
selalu engkau dengar dan engkau bimbing ‘tuk menjadi lebih baik
sehingga bintang tetap dapat kami capai lebih tinggi
dari pada “anak tiri” yang slalu mengharapkan kasih sayang dari bunda
padahal mereka memiliki bunda yang kurang bersinar.



untaian kata yang terucap dari bibir penuh dosa.
@ruang penuh ukiran,  22 mai 2013
M. irfan rosyadi berserta saudara kandung.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar