EMBUN SUCI DI PIPI MU

Embun suci itu mengalir tanpa diminta
Keluar dari ungkapan hati yang direspon oleh indramu
Senyum indah berubah menjadi mendung
Pesona ceria kini redup, menutup wajah


Aku tidak mengerti kenapa embun itu mengalir
Hanya naluri yang memaksa untuk mengerti
Mendekat berusaha mendekap kesedihan yang engkau rasa

Ingin ku usap lembut embun itu
Namun tangan ku beku membatu
Kenapa berat menjalankan kata hati ?
Mungkinkah karna jarak yang belum mengizinkan ?

Ah, aku tak mengerti dengan diriku
Ketika wajah mu memerah memendam rasa hati
Diri mu memaksa aku untuk menjauh. Aku menolak
izinkan aku menghibur lara hati yang engkau rasakan

Walau Hanya kata-kata yang terucap
Hingga senyum itu kembali merekah bagai mawar
Gerimis membuat mawar terlihat sembab
Namun pesonamu tetap cerah bersinar. Bagai pelangi

Wahai pemilik senyum dan keceriaan
Jangan izinkan embun itu mengalir lagi di pipinya
Karna kesedihan akan menyiksa hatinya
Bahagiakanlah ia dengan secercah kebahagiaan surgamu


 M. Irfan Rosyadi
10.36 PM 12/15/2014
"JANGAN BERSEDIH"



Tidak ada komentar:

Posting Komentar